Rabu, 22 Februari 2012

Cara Gampang Lulus Ujian Nasional 2012

- Nah Bagi Anda Para Siswa yang mau Lulus Ujian Nasional 2012 kali ini saya share sebuah Tips Untuk Anda, yakni Cara Gampang Lulus Ujian Nasional 2012Mengingat Ujian Nasional sudah semakin dekat, maka pada postingan kali ini saya ingin mengungkap Teknik Rahasia Cara Gampang Lulus Ujian Nasional 2012. Pelaksaan Ujian Nasional atau yang sering di singkat dengan UN tahun 2012 untuk tingkat SMA, SMP, dan SD sederajat direncanakan (Sesuai Jadwal Resmi Kemendiknas) akan dilaksanakan sebagai berikut:


- SMA-Sederajat Tanggal 16-19 April 2012
- SMP-Sederajat: Tanggal 23-26 April 2012
- SD-Sederajat: Tanggal 7-9 Mei 2012.


Berbagai persiapan telah dilakukan oleh pihak sekolah maupun para siswa. Mulai dari persiapan akademis, psikologis maupun taktis. Banyak uang yang sudah dikeluarkan untuk lulus UN dan sampai sekarang UN masih menjadi dilema di kalangan para pelajar sendiri dan juga masyarakat.
Klimaksnya, akibat dari UN banyak siswa-siswi mengalami stress bahkan ada siswa yang bertindak nekat melakukan bunuh diri karena tidak berhasil lulus dalam UN. Seperti yang banyak beritakan dibeberapa media.


“Mengerikan juga ya, jangan sampai hal itu terjadi pada Anda atau Anak Anda ataupun Saudara Anda”
Lalu sudahkan Anda menyiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi puncak perhelatan akbar dari perjuangan Anda di sekolah selama tiga tahun? Sungguh suatu kesia-sian jika nantiknya Anda tidak lulus UN 2012. Maka persiapkan mulai dari sekarang, Anda belum terlambat.


Berikut langkah-langkah dalam mempersiapkan diri menghadapi UN 2012:
Belajar Mandiri, Belajar mandiri ini bisa Anda lakukan baik perorangan maupun per-kelompok kecil bersama teman-teman Anda, kelemahan dari belajar mandiri ini adalah kurangnya motivasi dari diri sendiri, artinya seorang anak akan acuh tak acuh dalam belajar mandiri yang menimbulkan ketidak seriusan dalam mencerna pelajaran-pelajaran.


Ikut Bimbel, Mengikuti program Intensif lewat lembaga bimbingan belajar dikota anda. Kelemahan dari program Bimbingan Belajar ini adalah lumayan berat di ongkos, seorang siswa yang berasal dari kalangan menengah kebawah agak sulit mengikuti bimbel karena terbentur masalah biaya.


Ikut Les Privat, Biasanya ada seorang guru yang membuka bombingan belajar pribadi secara intinsive di rumahnya pada waktu-waktu diluar jam sekolah. Kelemahan dari les privat pada guru lagi-lagi terbentur masalah biaya, karena tentunya guru yang membuka les private akan mengenakan “uang capek” (Tapi tidak akan semahal uang administrasi lembaga bombel resmi) pada peserta didiknya, dan yang kedua adalah khan 1 guru itu cuman membawakan 1 bidang study saja, jadi seorang siswa akan banyak menghabiskan waktu jika mengikuti les privat seperti ini.
Cara Cepat dan Istant
Untuk ketiga cara diatas mungkin Anda sudah mengetahuinya dan tidak asing lagi tapi hasilnya hanya biasa-biasa saja bahkan cenderung tidak memuaskan dan kurang berhasil.
Mugnkin Anda bertanya, apakah ada cara yang cepat, instant dan tentunya legal dalam menaklukkan UN 2012 untuk tingkat SMA, SMP maupun SD?
Nah tahun ini Rahasia Lulus UN 2012 benar-benar ditemukan oleh seorang ahli tentunya. Adalah Muhammad Iqbal M.Pd SLC, seorang guru sekolah swasta di bogor yang sudah 8 tahun mengajar sebagai guru privat, bimbel dan sekolah. Beliau menemukan metode pengajaran yang membuat siswa mudah memahami pelajaran yang di ajarkan. Banyak siswa merasa terbantu dengan metode yang di berikan sehingga membantu mereka dalam mengerjakan soal-soal yang sulit.
Alhamdulillah dengan metode yang Beliau ajarkan banyak siswa-siswa yang berhasil melewati UN dengan nilai memuaskan. Selama 8 tahun Beliau mengajar dengan metode tersebut dan selama itu pula Beliau berhasil mengantarkan siswa didiknya melewati UN.
AKHIRNYA… Setelah 8 Tahun Lamanya berhasil meluluskan 100% Ujian Nasional, Beliau Putuskan Untuk Membagikan Rahasianya Kepada Anda semua yaitu
“RAHASIA SUKSES UJIAN NASIONAL“
Berupa Sebuah paket DVD modul Trik dan Rahasia yang sangat mudah sekali untuk menaklukan UN 2012, harga alat Ajaib ini hanya seharga uang jajan Anda selama seminggu. Jika Anda berminat untuk mengetahuinya silahkan kunjungi langsung alamat resminya disini.


Jika setelah Anda membeli Panduan “Rahasia Sukses Ujian Nasional ” ini dan Anda tidak Lulus UN 2012 atau Anda merasa tidak Puas dengan apa yang Anda dapatkan, maka tinggal beritahu Beliau lewat Sms atau Email, maka Beliau akan mengembalikan Uang Anda 100% Tanpa Ditanya.

 

Sekilas UN 2012

 

 
Gambar : Siswa Yang Bunuh Diri Akibat Tidak Lulus UN

"SAYA HARAP ITU TIDAK TERJADI PADA ANDA ATAUPUN ANAK ANDA"

BIDADARI TAK SECANTIK SENYUM MU

 By : Martunis

                    
       “Bangun ! imam besar, makmum udah nunggu nih…” bisikan lembut yang 

mengikuti kecupan dipipiku itu membuatku tak bisa menolak untuk membuka 

mataku yang masih lengket ini. Kulirik jam di dinding oranye kamar tidur kami 

dengan seperempat mata terbuka. Pukul tiga pagi.

       “Setengah jam lagi yah Makmum Cantik, Imam Besar masih ngantuk 

berat nih…!” kututupkan lagi selimut yang tersingkap ini ke kepala ku.

       “Gak mau, harus bangun sekarang, ntar kucubit lo!” kali ini rengekan 

manja ini tak bisa kutolak lagi. Dengan bergaya sempoyongan ku melangkahkan 

ke kamar mandi untuk berwudhu. “Eh…selimutnya gak usah dibawa sayang…!

       Pagi ini aku berpura-pura tampak capek. Setelah tidurku tadi malam 

“terganggu”   untuk   shalat  malam,  disambung  shalat   subuh.  Dan   “terpaksa” 

membaca satu juz Al-Qur’an agar aku tidak terlelap lagi. Dengan gaya kuyu aku 

duduk di depan meja makan menanti sarapan yang disiapkan istriku. Hari ini 

aku berangkat pagi. Ada rapat.

       “Pagi Kanda…pagi ini Dinda buatkan sop pavorit Kanda, biar gak ngantuk 

lagi.” Senyum manis istriku sudah menyambutku di ruang makan. Aku masih 

pura-pura sebal. Padahal senyum itulah yang membuatku tak bisa pergi lama 

darinya dalam dua tahun terakhir ini.

Aku teringat ketika pertama kali kami bertemu. Sebenarnya bukan yang 

pertama, dia adalah teman SMP-ku. Namun sejak lulus SMP kami tak pernah 

berjumpa sampai kami bertemu diruang Poliklinik Umum RS Dr.Sardjito. secara 

kebetulan, sebuah skenario yang indah dari Sang Maha Sutradara. Perjumpaan 

yang akan mengubah jalan cerita hidupku.

        Perutku   yang   melilit-lilit   sejak   pagi   memaksaku   untuk   terpaksa 

menginjakkan ke tempat yang palin aku benci, rumah sakit. Mungkin karena 

sehari sebelumnya aku dan teman-teman jurusan mesin berpesta di rumah 

salah satu teman yang telah di wisuda. Seperti biasa anak-anak mesin yang 

98,57   persen   laki-laki   pasti   akan   melakukan   sesuatu   yang   “radikal”   walau 

kadang konyol. Sesuatu yang dianggap sebagai permainan untuk membuktikan 

“kejantanan” yang kadang tidak jelas parameternya. Kemenanganku di lomba 

makan   sambal   yang   mengerikan   itu   telah   mengantarkanku   ketempat   yang 

kubenci ini. Walaupun akhirnya peristiwa itu amat kusyukuri.

        Waktu itu aku belum lulus, walaupun angka sepuluh menempel dengan 

malu-malu di semester yang sudah aku tempuh. Biasa anak Mesin memang 

lambat   lulus,   begitu   biasanya   aku   berapologi.   Walaupun   sebenarnya   sudah 

banyak temanku yang lulus. Termasuk yang menyediakan “Pesta Sambal” itu.

Ketika aku melangkah masuk keruang periksa, kulihat senyum yang tidak akan 

pernah kulupakan. Yanti, temanku SMP dulu, aku tidak akan lupa. Meskipun kini 

dia memakai kerudung besar di kepalanya. Itulah satu-satunya perubahan besar 

yang tampak padanya. Sebentar, dia juga bertambah cantik!

        “Masya Allah, Tyo ya ? Assalamualaikum…kena apa ?” kata-kata pertama 

setelah   delapan   tahun   tak   bertemu.   Waktu   itu   aku   tak   banyak   bicara, 

keterkejutan dan sesuatu bergemuruh dihatiku membuatku menjadi pendiam. 

Bahkan ketika dia mulai “menginterogasi” gejala sakitku aku hanya menjawab 

sepotong-sepotong. Padahal biasanya aku sangat rewel bila diperiksa.

        Ketika itu Yanti masih ko-as. Setelah wisuda menjadi S.Ked. beberapa 

bulan sebelumnya. Entah mengapa sejak pertemuan itu, aku selalu jadi ingin 

bertemu dengannya. Padahal saat itu aku sudah punya pacar, Kristin.

        Ya, saat itu pergaualanku sangat bebas. Aku tak perduli ketika banyak 

temanku   yang   “alim”   mempertanyakan   hubunganku   dengan   Kristin   yang 

Khatolik itu. Waktu itu tak masalah bagiku pacaran dengan gadis yang berbeda 

agama. Toh belum tentu menikah.

        “Ah, jangan fanatik, dosen kita aja ada yang istrinya beda agama. Dan 

mereka oke-oke saja.” Argumen yang selalu aku pakai untuk menepis suara 

miring   tentang   Kristin.   Namun   akhir-akhir   itu   Kristin   agak   menjauh   dariku 

setelah   aku   menolak   ikut   acara   natalan   bersama   keluarganya.   Entahlah 

walaupun dari sentuhan religius, aku masih merasa perlu untuk tetap konsisten 

sebagai orang Islam. Aku pernah dengar ada kiyai yang melarang umat Islam 

ikut natalan.

        “Wah…males Kris. Lagian aku kan orang Islam. Aneh kalo ikut natalann 

nanti dikira murtad aku…”

        Kristin yang mulai berlalu dan perjumpaan yang berkesan di Poliklinik, 

semakin   membuatku   mantap   untuk   mendekati   Yanti.   Kupikir   ini   seperti 

mengungkapkan cinta yang dulu tak terungkapkan saat SMP. Dulu aku memang 

pernah menyukai Yanti ketika SMP. Namun cinta monyet segera berlalu. Di SMA 

aku berpacaran dengan Erlin, Julia, Anna…wah aku memang “buaya”!

Yanti memang tak secantik Kristin yang aduhai itu. Tapi senyumnya yang 

ikhlas   dan   natural   tanpa   sapuan   kosmetik   itu   benar-benar   membuatku 

“melayang”. Entahlah seharusnya aku tidak tertarik pada penampilannya yang 

“Full Cowled”. Kurasa ada “Something Wrong” pada hatiku. Biasanya aku hanya 

mengejar gadis untuk “having fun”. Dan tentu saja gadis yang bisa diajak 

“having   fun”   bukan   tipe   seperti   yanti   ini.   Aku   tahu   karakter   orang-orang 

berkerudung besar seperti Yanti ini. Mereka anti pacaran !

        Karena itu aku mencari metoda pendekatan lain. Kukirim SMS dengan 

pesan-pesan religius yang kudapat dari anak-anak SKI dan buku-buku agama. 

Aku   kadang   sekedar   mampir   kerumahnya   dengan   berjuta   alasan   agar   bisa 

bertemu. Mengajak reuni, atau sekedar menanyakan khabar. Dan tentu saja 

aku harus tampil dengan penampilan yang menunjang. Harus tampil religius. 

Baju koko plus peci pinjaman jadi modal meyakinkan. Itupun aku tak pernah 

bisa ngobrol berdua. Yanti selalu mengajak ibunya ikut berbincang. Wah aku 

jadi keki. Ilmu “menggombal buaya-ku” tak bisa kupakai! Tapi tetap saja aku 

senang. Melihat senyumnya saja membuatku melihat dunia dua kali lebih indah! 

Suer!

___

        Setelah berjalan sebulan aku muali yakin bahwa aku jatuh cinta beneran 

sama   Yanti.   Kubulatkan   tekad   untuk   menyatakan   hatiku   padanya.   Dengan 

segenap pengalamanku sebagai “buaya”, kutulis sepucuk surat cinta penuh 

rayuan gombal yang sampai sekarang masih kami simpan sebagai kenangan. 

Biasanya kalau aku lagi ngambek, Yanti akan membacakan surat itu keras-

keras. Dan tentu saja itu akan mengakhiri mendung di hatiku.

Kukirim   surat   itu   melalui   kurir,   Udin,   seorang   ko-as   teman   SMA-ku. 

Kupesan agar jawabannya kalau bisa segera. Udin sih oke-oke saja, jajan baks   

di Gejayan pasti tidak bisa ditolaknya.

        Jantungku berdegup keras ketika Udin meneleponku dan mengatakan 

Yanti ingin bertemu di bangsal anak satu jam lagi. Degg…satu jam yang sangat 

lama   bagiku.   Aku   terus   berdo’a,   “Ya   Allah   jadikanlah   cintaku   bersambut 

cintanya…” ya, kadang-kadang akupun masih ingat Tuhan , terutama disaat-

saat tak ada cara lain didalam benakku selain do’a.

        Selasar didepan bangsal anak. Peristiwa yang sangat berkesan didalam 

hatiku. Dengan penampilan yang “meyakinkan”. Baju koko terbaru, dan rambut 

terpotong rapi, aku melangkah menemui Yanti yang sudah menunggu. Dia masih 

menggunakan jas praktikum putihnya. Senyumnya sudah mengembang melihat 

kedatanganku, wah prospek cerah nih !

        “Assalamualaikum…sudah baca surat ku khan ?” sapa ku dengan salam. 

Sesuatu yang amat jarang aku ucapkan.

        “Waalaikumsalam. Sudah. Jadi Tyo suka sama saya, cinta sama saya ?” 

suara lembut seperti seorang ibu yang menghadapi anak nakalnya. “Terus, 

sekarang Tyo mau apa ?”

        “Ya, terus gimana dengan Yanti ? Yanti terima tidak cinta saya ?” Gleg. 

Lidahku kelu. Padahal biasanya menggombal adalah keahlianku. Namun kali ini 

aku benar-benar kena batunya!

        “Tentu saja Yanti terima cinta Tyo. Terus habis itu gimana ?” masih 

dengan senyum lembut yang membuatku hampir tak bisa bicara.

“Ya…terus kita jadian. Kau jadi pacarku begitu…” jawabku ragu. Ingin 

kutelan kalimat yang baru saja meluncur dari mulutku. Mengingat aku tahu 

karakter orang-orang seperti Yanti yang anti pacaran.

        “Wah, kenapa pacaran ? gimana kalau kita nikah saja ?”

        Deg, aku hanya berdiri kaku. Menikah ? sebuah tantangan yang baru 

pertama kali ini ku terima. Hari itu “si buaya” benar-benar KO! Aku tak habis 

pikir.   Selama   karirku   menjadi   “buaya”,   tak   satupun   gadis   yang   berani 

menantangku untuk menikah. Apalagi saat di “tembak”.

        “Me…menikah ? wah, kalau begitu a…aku pikir-pikir dulu…” pikir-pikir ? 

sebuah jawaban yang tidak bermutu setelah pernyataan cinta yang menggebu-

gebu.   Namun,   hanya   itulah   amunisi   kata-kata   yang   kupunyai   saat   itu. 

Sementara   amunisi   lain   sudah   lenyap   karena   memang   kondisi   yang   di 

prediksikan tidak sesuai kenyataan.

        Menikah aku harus berani. Tak peduli apa kata orang. Aku sudah jatuh 

cinta beneran sama Yanti. Masak “buaya” takut di tantang menikah. Tetapi 

kemudian   aku   teringat   dengan   cerita-cerita   sumbang   tentang   pernikahan. 

Orang yang menikah akan di bebani tanggung jawab. Harus setia. Harus punya 

pekerjaan. Harus ini. Harus itu. Nanti kalau punya anak kan repot. Perlu biaya 

besar dan segala macam problema rumah tangga yang kudengar dari mereka 

yang “berpengalaman” menikah, menghantui pikiranku.

        Dan   yang   jelas   setelah   menikah   aku   tidak   bebas   lagi.   Itulah   yang 

terlintas di benakku. Aku mulai ragu. Apalagi sehari setelah peristiwa itu, 

Kristin mengajak baikan. Aku semakin bingung dan kacau. Disatu sisi jujur 

kuakui aku sangat takut menikah. Disisi lain aku benar-benar “terobsesi” pada 

Yanti. I’m trully, madly, deeply, do love her. Pusiinggg…aku mulai takut dan 
kacau. Kuliah yang tinggal mengulang sering kutinggalkan. Aku lebih sering 

membaca buku. Di kos, perpus dan bahkan di toko buku. Temanya tentu saja 

pernikahan. Namun semua buku itu hanya membuatku semakin pening. Ada yan 

bilang   menikah   disaat   kuliah   itu   sangat   mendukung   perkembangan   jiwa 

sesorang. Namun di lain buku ada yang menulis bahwa menikah diusia muda 

hanya akan membawa perceraian dan ketidakbahagiaan.

       Akhirnya kuputuskan untuk berpikir sendiri. Sepekan penuh aku berfikir 

keras. Bahkan laporan praktikum pun harus menunggu. Kucoba menata satu-

persatu   masalah   dan   potensi   yang   akan   kuhadapi   dan   aku   punyai   untuk 

menikah. Masalah ? tentu saja ada, karena aku masih kuliah, orang bilang kalau 

menikah saat kuliah akan berantakan salah satunya. Ah, itu Cuma kata orang. 

Yang lain juga bilang kalau menikah di saat kuliah justru akan membuat kita 

lebih dewasa.

        Kurasa masalah lain yang jauh lebih besar adalah bahwa aku belum 

punya   penghasilan.   Kata   orang   kalau   menikah,   seorang   laki-laki   harus 

menafkahi istri dan keluarganya. Wah, bagaimana mau menafkahi sementara 

aku belum kerja. Tapi kurasa babe-ku tidak keberatan untuk melipatduakan 

dana   kiriman   bulanan.   Selain   beliau   cukup   berada   untuk   mensuplai   dana 

buatku, beliau juga pernah berkata bahwa, jika kau menikah dan belum punya 

pekerjaan beliau akan membantu.

       Setelah sekian waktu berpikir keras, aku menyerah. Kurasa otak-ku tak 

kan   mampu   mengeksekusi   sebuah   keputusan   untuk   menikah   atau   tidak. 

Ditengah keputusasaanku aku teringat Udin. Kurasa dia bisa membantuku untuk 

memecahkan masalah ini. Aku selalu percaya anak-anak SKI dan alumninya 

mempunyai   kebijakan   yang   bisa   diandalkan   untuk   memecahkan   masalah-

masalah rumit. Mereka punya intuisi yang menakjubkan untuk menghadapai 

masalah yang berat sekalipun. Aku meminta pertimbangan pada Udin yang alim 

ini. Udin hanya terwata. “Shalat Istikharah aja, minta petunjuk sama Tuhan.”

Kuputuskan   untuk   mengikuti   saran   Udin.   Kuambil   air   wudhu   dengan 

sempurna dan aku shalat dengan khusyuknya. Kurasa itu adalah shalat yang 

paling khusyuk sepanjang hidupku. Kupasrahkan segalanya pada-Nya. Jikalau 

Yanti   yang   terbaik   untukku   maka   kuatkanlah   tekadku   untuk   menikah 

dengannya. Jikalau bukan maka, biarkanlah kami menjadi sahabat yang sejati. 

Sebuah do’a yang tak pernah keluar dari dalam hatiku sebelumnya. Namun kini 

do’a ini amat kusyukuri. Mungkin ini salah satu do’a terbaik sepanjang hidupku.

        Esok pagi aku bangun dengan cerah. Tekadku bulat. Tuhan dan cintaku 

akan menguatkan kelemahanku! Akan kupenuhi tantangan Yanti. Maukah kamu 

menikah   dengan   ku   ?   kalimat   itu   terus   terucap   dihatiku.   Kutelepon   orang 

tuaku. Dan mereka memberiku lampu hijau. “yang penting kamu harus lulus 

kuliah.”   Ya,   untungnya   orang   tuaku   permisif   untuk   urusan   ini.   Kebetulan 

keluarga orang tuaku punya kultur menikah di usia muda, dan ini kusyukuri 

sampai saat ini. Tak lupa beliau berdua mengcapkan selamat atas keberanianku 

untuk menikah. Selama ini beliau berdua selalu mendesakku untuk menikah, 

tapi aku selalu menjawab, “Ntar, kalo udah lulus…”

        Kukurim SMS kepada Yanti. Aku ingin bertemu dengannya di tempat yang 

sama   saat   Dia   menantangku.   Didepan   Bangsal   Anak.   Kubilang   aku   ingin 

menyampaikan sesuatu pernyataan penting.

        Walaupun hatiku sudah sangat mantap, jantungku masih saja berdegup 

keras. Dihatiku masih berlintasan berbagai pertanyaan. Bagaimana kalau Dia 

menolak   ?   kalau   setuju   bagaimana   nanti   kesiapanku   ?   Ah,   kutepis   semua 

pertanyaan itu. Kalaupun Dia menolak artinya Tuhan belum menentukan Dia 

sebagai jodohku. Tentang bagaimana nanti, kupasrahkan pada Tuhan. Entahlah, 

aku lebih religius setelah bertemu dengan Yanti.

Kali ini aku tampil sederhana, aku pasrah pada Tuhan. Aku merasa ringan 

dan bersih. Kaos lengan panjang hitam, celana kargo dan sandal gunung. Sangat 

berbeda dengan pertemuan sebelumnya. Aku ingin tampil apa adanya, inilah 

aku, dengan segala kekuranganku.

        Dan   selasar   didepan   Bangsal   Anak   menjadi   saksi.   Dengan   bergetar, 

Bismillah kukatakan “Yanti mau kah kau menjadi istriku ?” pernyataan yang 

terlalu lugas buat seekor “buaya” seperti aku. Namun saat itu hanya itulah 

kata-kata yang kumiliki. Sebuah ungkapan terjujur yang pernah kuungkapkan 

pada gadis yang kucintai.

        “Saya bersedia…menjadi istri Tyo. Tapi syaratnya…Tyo harus mengaji…” 

kali ini jawaban Yanti sangat serius. Senyum yang biasanya menghiasi wajahnya 

menghilang.     Suaranya     bergetar     terbata-bata,     seperti     suaraku     saat 

mengucapkan pernyataan berat itu dengan serak. Mata indahnya berkaca-kaca.

        Dunia seakan lepas dari kaki ku. Semua beban lenyap tak bersisa. Aku 

mau teriak pada seluruh dunia sebuah proklamasi “Aku cinta Yantiiii…” namun 

kesadaranku masih bersamaku. Aku masih ingat dimana aku berada. Ku ambil 

napas panjang, “Alhamdulillah…ya tentu saja aku mau mengaji…”

        Sore itu kutraktir Udin atas suksesnya lamaranku. “Wheii…Masya Allah. 

Selamat  ya!”  Udin  menepuk   bahuku  dengan  bangga.  Aku  juga bangga dan 

bahagia.

        “Wah   kal   o  begitu   nanti,   pas   walimahannya   aku   mau   jadi   event 

organizer-nya.” Tawaran yang pasti takkan kutolak. Setidaknya Udin-lah mak 

comblangku.   Hari   ini   sekerat   ayam   goreng   dimulutku   terasa   sangat   enak. 

Mungkin yang terenak yang pernah kurasakan.

Pagi itu kuterima SMS dari Yanti. “Ngajinya mulai nanti sore, lho. Nanti 

jemput Udin di depan parkiran RS jam 4 sore.” Hah? Ngaji sore-sore? Lagian 

bukannya ngaji bisa sambil nonton teve. Kayak pengajiannya Aa Gym ? Padahal 

sore ini aku mau latihan basket. Aku bingung sesaat, namun demi cinta apapun 

kan kujalani…huiii gombal !!!

       Sore itu kujemput Udin. Kami melaju menuju tempat yang ditunjukkan 

Udin. Sebuah rumah kos kecil di Pugong. Aku heran, tak ada tanda-tanda orang 

akan pergi mengajike situ.

        “Mana pengajiannya, Din ? kok sepi ?” tanyaku ragu. “Didalam. Dah 

masuk ajah.”

       Ternyata yang disebut pengajian oleh Yanti, jauh berbeda dengan apa 

yang aku bayangkan. Sebuah pertemuan kecil. Lima orang dengan salah satunya 

menjadi pemateri. Dan semuanya mahasiswa! Tak ada kiyai yang kubayangkan 

mengisi pengajian ini. Dan temanya pun sangat berbeda dengan pengajian yang 

kukenal.   Disini   kami   juga   membahas   politik   aktual.   Sesuatu   yang   tabu 

dibicarakan di pengajian umum.

       Aku mudah merasa include dengan mereka meski semua itu asing bagiku. 

Dengan segala ke-alim-an, keramahan, keterbukaan, mereka membuatku yang 

masih beginner ini, tidak merasa tertinggal jauh. Tak ada kesan arogan dan 

merasa lebih senior pada mereka. Walaupun jelas, aku tidak ada apa-apa nya 

dibanding mereka. Baik politik, apalagi agama.

        Dan saat yang agung dalam hidupku itu pun tiba. Setelah sebulan sejak 

aku   melamar   Yanti,   kami   menikah.   Suasana  yang   begitu   sakral   kurasakan. 

Setelah   ikrar   agung   itu   ku-ucapkan   dan   Yanti   mencium   tangaku   pertama 

kalinya. Tak kuasa kutahan air mata haru dan bahagiaku. Senyum photogenic-

ku berantakan ketika Udin memfoto kami berdua.

“Hoi, jangan nangis, ini kan hari bahagia.” Udin terus saja menggoda 

kami.

       Ya, sejak saat itulah perjalanan hidup kami lalui bersama. Aku terus 

berproses   menjadi   manusia   sejati   dengan   dorongan   Yanti   yang   tak   pernah 

putus. Dialah coach dan trainer-ku. Banyak ilmu agama yang belum kuketahui 

kudapat darinya. Tak perlu malu atau gengsi. Toh kenyataanya memanh aku 

yang harus banyak belajar. Walaupun dia juga sering kutraining bagaimana 

merawat mesin motornya dengan baik. 

        Saat aku malas mengaji, dialah yang selalu mendorongku. “Bu dokter, 

hari   ini   daku   absen   ngaji   ya?   Capek   nih,   habis   nguber-nguber   dosen 

pembimbing…”

        “Gak boleh darling calon ST. gak boleh males ngaji. Inget janji dulu, 

hayo. Kalo gak ngaji gak ada yang pijitin nanti malam!” senyum mu memang 

charger buat semangat ku yang mudah pudar ini.

        Kau   juga   selalu   membuatku   tak   pernah   kehabisan   energi   untuk 

menyelesaikan tugas akhirku yang berat. Hingga wisudaku begitu tak terasa 

sudah didepan mata. Foto wisuda bersama istri yang dulu kuanggap khayal 

terwujud juga! Wah senangnya.

        Namun   ternyata   hidup   tidak   berhenti   dengan   wisudaku   sebagai   S.T. 

Dunia   kerja  ternyata   tidak   seramah  yang   kukira.  Berkali-kali   aku  melamar 

pekerjaan,   berulang-ulang   pula   aku   harus   mengambil   kembali   lamaranku. 

Namun Yanti tak pernah merasa lelah untuk menyemangatiku. Saat ku lelah 

dialah tempatku bersandar, saat ku patah dialah yang sembuhkan aku. Diala 

yang telah membimbingku menjadi manusia sejati. Dialah anugerah terindah 

yang pernah kumiliki. Yang menuntunku dari kegelapan menuju cahaya Illahi.

Sore itu kuketuk pintu rumah dengan semangat. Kudengar langkahnya 

tergesa   menuju   pintu.   Pintu   terbuka   dan   seperti   biasa   senyumnya 

menyambutku hangat. Dia baru saja hendak mencium tanganku sebelem kuraih 

pinggang nya dan kupeluk dia sambil berputar-putar.

        “Eh,eh, apaan nih…turun-turun…” jeritnya meronta-ronta.

        “Gak   mau.   Gak   akan   kuturunkan   sampai   aku   pusing.   Aku   diterima, 

honey!” teriakku sambil terus berputar dan menjatuhkan diri.

        “Alhamdulillah…eit,   tapi   ingat   lima   puluh   persen   dari   penghasilan 

bulanan   harus   deserahkan   pada   sang   istri.”   Godanya   sambil   menunjuk 

hidungku.

        “Gak mau, akan ku berikan semuanya buat kekasihku. Itu lo yang dokter 

eh   insinyur   itu.   Siapa   namanya   ?   Emmm…   Kristin   atau…”   kataku   sambil 

memencet hidungnya.

        “Apa…dasar buaya jahat…”

        “Eh, kok malah senyum-senyum sendiri? Gak enak ya sopnya?” pelukan 

hangat istriku membuyarkan lamunan nostalgiaku.

        “Emmm…enak-enak. Cuma lagi ngelamunin, gimana tampang baby kita 

kalo udah lahir nanti.”

        “Uuu…gombal!” Seperti biasa kalau gemas, Yanti mencubitku. Aku hanya 

tertawa.

Sungguh  besar  pahala  bagi  mereka yang menjadi jalan  hidayah bagi 

seseorang.   Kukecup   kening   permataku.   Kekasihku,   bidadari   tak   secantik 

senyummu.   Semoga   Allah   menetapkan   surga   untukmu,   untuk   semua 

pengorbanan dan baktimu.
http://www.4shared.com/office/PoPO_b-o/MM-UANSMA-2011_SMAIPS.html


SUSUNAN KABINET HASIL RESHUFFLE



Susunan Kabinet Hasil Reshuffle

 Well, seperti apa Susunan Kabinet Hasil Reshuffle terbaru saat ini? Anda Berikut ini adalah susunan Kabinet Indonesia Bersatu II pasca-reshuffle:

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Hatta Rajasa
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat: Agung Laksono
Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
Menteri Hukum dan HAM: Amir Sjamsuddin (menggantikan Patrialis Akbar)
Menteri Keuangan: Agus Martowardjojo
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Jero Wacik (menggantikan Darwin Zahedy Saleh)
Menteri Perindustrian: MS Hidayat
Menteri Perdagangan: Gita Wirjawan (menggantikan Mari Elka Pangestu)
Menteri Pertanian: Suswono
Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
Menteri Perhubungan: EE Mangindaan (menggantikan Freddy Numberi)
Menteri Kelautan dan Perikanan: Tjitjip Sutardjo (menggantikan Fadel Muhammad)
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: M Nuh
Menteri Sosial: Salim Segaf Aljufrie
Menteri Agama: Suryadharma Ali
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Mari Elka Pangestu (menggantikan Jero Wacik)
Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
Menneg Riset dan Teknologi: Gusti Mohammad Hatta (menggantikan Suharna Surapranata)
Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan
Menneg Lingkungan Hidup: Beerth Kambuaya (menggantikan Gusti Moh Hatta)
Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Azwar Abubakar (menggantikan EE Mangindaan)
Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
Menneg BUMN: Dahlan Iskan (menggantikan Mustafa Abubakar)
Menneg Perumahan Rakyat: Djan Faridz (menggantikan Suharso Manoarfa)
Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng

Pejabat Negara:

Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
Kepala BIN (Badan Intelijen Negara): Letjen TNI Marciano Norman (menggantikan Jenderal Pol Purn Sutanto)
eloan mortgage.


Selain itu, Presiden juga menunjuk para wakil menteri. Berikut ini adalah daftar calon wakil menteri:

Wakil Menteri Pertanian: Rusman Heriawan.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan: Wiendu Nuryanti
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan: Musliar Kasim
Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Eko Prasodjo
Wakil Menteri Keuangan: Mahendra Siregar (sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan)
Wakil Menteri Perdagangan: Bayu Krisnamurthi (sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian)
Wakil Menteri BUMN: Mahmuddin Yasin (sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN)
Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron
Wakil Menteri Luar Negeri Wardana
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Sapta Nirwandar
Wakil Menteri ESDM: Widjajono Partowidagdo
Wakil Menteri Agama: Nasaruddin Umar
Wakil Menteri Hukum dan HAM: Denny Indrayana

Sebelumnya, Presiden juga telah menetapkan wakil menteri di bawah ini:

Wakil Menteri Pertahanan: Sjafrie Sjamsoeddin
Wakil Menteri Perindustrian: Alex Retraubun
Wakil Menteri Perhubungan: Bambang Susantono
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Lukita Dinarsyah Tuwo
Wakil Menteri Keuangan: Anny Ratnawati
Wakil Menteri Pekerjaan Umum: Hermanto Dardak

Rabu, 07 Desember 2011

KESURUPAN SMA NEGERI 1 SAWANG

Tapaktuan - Puluhan siswa SMA Negeri 1 Kecamatan Sawang, Aceh Selatan, Senin (5/12), tumbang akibat kesurupan saat mengikuti upacara bendera.


Kepala SMAN Sawang, Drs Saifudin, mengatakan, ketika upacara bendera berlangsung, tiba-tiba seorang siswi berteriak histeris sambil meronta dan nyaris melukai pelajar yang berada didekatnya.
“Kemudian siswi lainnya turut berteriak dan menimbulkan suasana gaduh saat berlangsungnya upacara, sehingga menimbulkan kepanikan.” katanya.
Menurutnya, beberapa siswa berusaha menenangkan rekan mereka yang kesurupan. Namun kewalahan karena jumlah siswi yang kesurupan terus bertambah. Begitu juga para guru kerepotan mencoba menenangkan para siswi yang terus berteriak, menangis, dan mengamuk.
Kesurupan itu bukan yang pertama terjadi di SMAN 1 Sawang. “Peristiwa hari ini (Senin) merupakan rentetan dari peristiwa sebelumnya,” terang Saifuddin.
Akhir Oktober lalu, sekitar 18 siswi kesurupan saat upacara. “Kejadian ini terus berlanjut di setiap hari Senin,” ungkapnya.
Senin itu merupakan yang terbanyak. “Sekitar 40 pelajar menjadi korban,” sebutnya.
Guna mengtasinya, selama ini pihak sekolah menggalakkan pengajian wirid yasin termasuk mengundang pakar pengusir makhluk halus. Namun sekolah tak diliburkan, hanya saja pelajar perempuan yang diperbolehkan pulang ke rumah, karena rentan terpengaruh.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Drs Karman, melalui Kabid, Dikmen Suhartono SP, menyatakan, belakangan ini kesurupan massal sering terjadi di sekolah.
“Maka pemulangan siswi lebih awal dapat dimaklumi sesuai permintaan wali murid,” katanya.
Suhartono berharap, kepala sekolah beserta dewan guru, agar bila ada siswi yang kesurupan tidak panik, tetapi segera mengevakuasi korban ke ruang guru untuk dilakukan pengobatan dan mengintruksikan siswa lainnya tetap berada di ruang kelas dan didampingi guru.
“Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah siswi yang menjadi korban,” tandasnya.(by Martunis )

Selasa, 28 Juni 2011

Liga Pendidikan

Sma Negeri 1 Sawang mengikuti pertandingan sepak bola dalam ajang Liga Pendidikan yang dilaksanakan di lapangan Air Berudang kec Tapaktuan. pertandingan demi pertandingan telah dimenangkan anak Sma Negeri 1 Sawang, akhirnya mereka masuk babak semifinal dan beradu dengan Sma negeri 1 Pasie raja, alhasil anak Sma 1 Sawang menang telak 1-0 atas Sma 1 pasie raja. Sma 1 sawang masuk ke babak final dengan Sma 1 Kluet Utara. pada tanggal 27 juni 2011 mereka beradu laga di lapangan hijau Air berudang. pada babak I tidak ada gol yang berhasil diciptakan. Anak-anak Sma 1 Sawang di perkuat oleh. Salami, Nasrul, satria, wardiman dkk. serta kiper yang sangat profesional.masuk babak ke II gol pun di mulai karena pelanggaran di kotak penalti untuk anak Sma 1 Sawang,,, sang eksekutor dari Sma 1 Kluet Utara berhasil membobol gawang Sma 1 sawang dengan skor  0-1, beberapa menit selanjutnya pertandingan mulai sengit, Sma 1 kluet utara berhasil lagi mencetak gol kedua, setelah itu anak-anak Sma 1 sawang tak putus asa mereka terus berjuang dan berhasil mencetak gol perdana lewat tendangan kaki Rahmat. beberapa menit di akhir pertandingan Sma 1 kluet utara mencetak gol terakhir meraka sehingga skor 1-3. peluit panjang pun dibunyikan sang wasit pertanda pertandingan sudah berakhir, Sma 1 sawang meraih juara II liga pendidikan.
inilah dok. foto pertandingan babak final liga pendidikan

 Kepala Sma negeri 1 Sawang sedang memberikan arahan kepada anak didiknya


 pelatih tim Sma Negeri 1 sawang

 Laskar Sma negeri 1 Sawang


 Tim Sma negeri 1 sawang sedang berdoa